Guru Ideal Menurut Negara Jepang

on Sabtu, 15 Juni 2013
Pendidikan merupakan salah satu dari sekian banyaknya kokoh fundamental yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam dirinya untuk menjalani hidup. Dengan pendidikan seseorang akan memiliki hidup yang lebih berkualitas karena mereka banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan sekaligus dipersiapkan untuk menjadi manusia yang siap diterjunkan langsung ke masyarakat.
                  Melihat begitu pentingnya fungsi pendidikan dalam kelangsungan hidup, otomatis tidak akan lepas dari peran  guru sebagai seorang tenaga pendidik yang memberikan berbagai pengajaran  kepada anak didiknya. Guru adalah jantungnya pendidikan. Tanpa denyut dan peran aktif guru, sistem, kurikulum dan perencanaan pendidikan secanggih apa pun tetap akan sia-sia jika tanpa guru yang berkualitas, tidak akan membuahkan hasil optimal. Artinya, pendidikan yang baik dan unggul tetap akan tergantung pada mutu guru.
                  Secara umum, di Negara mana pun, guru yang ideal adalah mereka yang memiliki pendidikan dan pengetahuan yang tinggi, memiliki kemampuan untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan baik, meiliki kemampuan untuk  tidak hanya sekadar mengajarkan materi sesuai dengan kurikulum yang tertulis, tapi juga memiliki kemampuan untuk mengajarkan banyak. hal tentang bagaimana kita bersikap, bagaimana kita mengolah etika terhadap siapapun..
                  Jepang.  Merupakan Negara maju yang memang maju dalam segala aspek, termasuk dalam aspek pendidikan, ini terbukti dengan sangat berkualitasnya SDM di Jepang.  SDM yang berkualitas tentu tidak lepas dari pendidikan berkualitas yang mereka dapatkan, pendidikan berkualitas, tidak lepas juga dari peran seorang guru yang memiliki kualitas dalam menyulap pendidikan menjadi lebih aktif dan bermanfaat bagi anak-anak didiknya, itulah guru yang ideal.
                  Sama halnya dengan Negara lain, Jepang memiliki standar yang diberlakukan bagi setiap orang yang memutuskan untuk menjadi seorang guru. Standar tersebut tidak dilihat dari fisik tentunya, tetapi dilihat dari apakah guru tersebut memiliki kejelasan atau memiliki kemampuan untuk menjelaskan sesuatu secara gamblang dan mudah dipahami oleh siswa, memiliki gairah dalam berkomunikasi dengan siswa. Relatif sama dengan Negara Indonesia sendiri bukan ?
                  Satu hal yang mungkin membedakan Jepang dengan Negara lain khususnya Indonesia, standar umur bagi guru di Jepang hanyalah sampai 40 tahun. Berbeda dengan guru-guru di Indonesia yang usianya melebihi 40 tahun bahkan ada yang sampai 60 tahun. Bukan tanpa alasan untuk Jepang memberlakukan aturan seperti ini, tetapi ditujukan agar ada regenerasi guru, sehingga gairah untuk menyampaikan pembelajaran pun lebih maksimal jika dibandingkan dengan guru yang usianya sudah melewati 40 tahun, karena mungkin kondisi fisik yang mulai tidak stabil, kejenuhan yang mulai melanda,dsb.
             Di Jepang, profesi menjadi seorang guru merupakan profesi yang sangat mulia dan sangat sakral. Dari dulu sampai sekarang, guru di sana senantiasa mengabdikan hidupnya untuk memberikan kualitas pada dunia pendidikan. Dedikasi mereka pada dunia pendidikan

Penulis : DASP 5 

0 komentar:

Poskan Komentar